Rabu, 24 Juni 2020
Selasa, 28 Januari 2020
Selasa, 13 Maret 2018
Rabu, 01 Maret 2017
Wilayah Kerja Puskesmas Kabat
Kabat, 1 Maret 2017
Dengan adanya Kecamatan baru, yaitu Kecamatan Blimbingsari, maka beberapa kecamatan terimbas dengan Jumlah Desa-nya, termasuk juga Kecamatan Kabat, yang awalnya 16 Desa menjadi 14 Desa karena 2 Desa ikut Kecamatan Blimbingsari, dan Puskesmas Badean yang semula berada di Kecamatan Kabat, dikarenakan terimbas ikut Kecamatan Blimbingsari, maka Desa Badean dan Sukojati mengikuti menjadi wilayah Kecamatan Blimbingsari. dan Akhirnya Puskesmas Kabat mendapatkan tambahan wilayah, yaitu 5 Desa, sehingga total Desa yang menjadi wilayah kerja sekaligus 1 Kecamatan kabat yaitu :
Dengan adanya Kecamatan baru, yaitu Kecamatan Blimbingsari, maka beberapa kecamatan terimbas dengan Jumlah Desa-nya, termasuk juga Kecamatan Kabat, yang awalnya 16 Desa menjadi 14 Desa karena 2 Desa ikut Kecamatan Blimbingsari, dan Puskesmas Badean yang semula berada di Kecamatan Kabat, dikarenakan terimbas ikut Kecamatan Blimbingsari, maka Desa Badean dan Sukojati mengikuti menjadi wilayah Kecamatan Blimbingsari. dan Akhirnya Puskesmas Kabat mendapatkan tambahan wilayah, yaitu 5 Desa, sehingga total Desa yang menjadi wilayah kerja sekaligus 1 Kecamatan kabat yaitu :
- Desa Pakistaji
- Desa Kabat
- Desa Kedayunan
- Desa Dadapan
- Desa Pondoknongko
- Desa Kalirejo
- Desa Pendarungan
- Desa Tambong
- Desa Macanputih
- Desa Labanasem
- Desa Bareng
- Desa Gombolirang
- Desa Benelan Lor
- Desa Bunder
Senin, 26 September 2016
Simulasi dan Pelatihan Pemadaman Kebakaran Puskesmas Kabat
Pada
hari Sabtu tanggal 24 September 2016, bertempat di Puskesmas Kabat telah
diadakan kegiatan simulasi dan pelatihan pemadaman kebakaran. Kegiatan yang
diselenggarakan ini bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi
ini diikuti oleh seluruh karyawan Puskesmas Kabat.
Kegiatan
ini dimulai dengan materi kelas yang disampaikan oleh Bapak Sugeng dari Dinas
Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi. Dalam materi kelas yang berlangsung di
ruang aula Puskesmas ini para peserta
diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan
peristiwa kebakaran, diantaranya adalah proses terjadinya api (segitiga api),
pemadaman api, dan beberapa materi lainnya.
Menurut
Bapak Sugeng, hambatan yang sering ditemui oleh petugas pemadam kebakaran
dalam menjalankan tugasnya adalah kurangnya kesadaran dan peran serta dari
masyarakat. Seringkali petugas mengalami keterhambatan dalam mencapai lokasi
kebakaran karena ulah para sopir kendaraan yang tidak mau mengalah pada mobil
pemadam kebakaran. Padahal jika menilik aturan yang ada, mobil pemadam
kebakaran termasuk dalam golongan VVIP yang berhak memperoleh akses utama di
jalan raya.
Pengisi
Materi Kelas
Masyarakat
diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya dini pemadaman, tidak
sepenuhnya menggantungkan diri kepada petugas pemadam kebakaran. Perambatan api
yang sangat cepat membutuhkan penanganan yang cepat pula, sedangkan markas
pemadam kebakaran sendiri terkadang lokasinya jauh dari lokasi kebakaran, maka
upaya dini masyarakat dapat menjadi solusi yang tepat.
Setelah
materi kelas selesai, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah praktek simulasi
pemadaman kebakaran. Materi ini terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu
simulasi pemadaman menggunakan peralatan tradisional, pemadaman menggunakan
APAR (alat pemadam api ringan) dan pemadaman menggunakan hidran.Sebelum memulai
simulasi, terlebih dahulu disampaikan urutan langkah yang harus dilakukan oleh
peserta dalam melakukan pemadaman kebakaran mengunakan berbagai macam alat
tersebut
Simulasi
yang dilakukan pertama kali adalah simulasi pemadaman kebakaran menggunakan
peralatan tradisional, yaitu menggunakan karung goni yang telah dibasahi.
Metode ini merupakan metode pemadaman yang paling sederhana dan cukup berbahaya
karena pemadam harus berada sedekat mungkin dengan titik api. Kain goni yang
telah dibasahi ditutupkan pada objek yang terbakar sehingga objek tersebut akan
padam karena kehabisan oksigen yang merupakan elemen penting dalam reaksi
pembakaran. Hampir semua peserta mendapat kesempatan untuk mencoba simulasi
ini.
Kemudian,
simulasi yang selanjutnya adalah pemadaman kebakaran menggunakan APAR.
Penggunaan APAR relatif lebih mudah dan lebih aman. Dari jarak 3-5 meter,
pemadam menyemprotkan APAR ke material yang terbakar. Unsur kimia dari APAR
akan menghentikan reaksi pembakaran yang sedang berlangsung pada material
tersebut. Pada simulasi ini, hanya sebagian peserta yang mendapat kesempatan
untuk mencoba, karena APAR yang disediakan terbatas.
Simulasi
yang terakhir adalah pemadaman menggunakan hidran. Penggunaan hidran untuk
memadamkan kebakaran membutuhkan keahlian khusus dari petugasnya. Peralatan
yang digunakan pun lebih beragam dibandingkan dua metode sebelumnya. Secara
garis besar, metode ini memanfaatkan tenaga air untuk memadamkan api yang
menyala.
Kegiatan simulasi dan
pelatihan pemadaman kebakaran ini berakhir pada pukul 12.00 WIB. Semoga dengan
adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan petugas Puskesmas mahasiswa
bilamana mengalami peristiwa kebakaran di wilayah seitarnya, sehingga dapat
mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.
Sabtu, 24 September 2016
Kegiatan Puskemas Keliling di Dusun Bangeran - Macanputih
Kabat, 19 September 2019
Puskesmas
keliling adalah kegiatan puskesmas yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan terutama yang berhubungan dengan promotif dan preventif. Selain itu
puskesmas keliling juga bertujuan untuk melakukan monitoring pelayanan petugas
puskesmas pembantu sehingga dapat berjalan lebih optimal. kegiatan ini menjadi
ajang untuk kami untuk dapat menjangkau kampung-kampung terdalam di Kecamatan Kabat
dan dapat berinteraksi dengan masyarakat disana. Hasil yang kami harapkan dari
kegiatan ini, kami dapat menemukan masalah-masalah kesehatan di sana.
Puskesmas
Keliling yang dilaksanakan di Puskesmas kabat di Dusun Bangeran desa Macan
Putih pada tanggal 17 September 2016 kemarin disambut dengan baik dan antusias
oleh masyarakat setempat. Masyarakat datang berbondong – bondong ke tempat pos
pelayanan yang kami selenggarakan. Dengan kegiatan yang pertama Pendaftaran
pasien, pasien yang baru datang di daftar dulu di buku pendaftaran Pusling
kemudian di anamnase keluhan pasien, setelah itu masuk ke ruang pemeriksaan
pasien untuk di periksa Tekanan Darah, Tinggi Badan, Berat Badan dll. Setelah
selesai berobat pasien di beri obat sesuai dengan diagnosa, dan di beri
penyuluhan tentang Kesehatan.
Dari
Kunjungan yang datang 45 orang ke pos Pusling dapat dijumpai beberapa pasien
dengan Suspek TB, pasien dengan Hipertensi dan Rematik. Dengan kegiatan ini
kami dapat menemukan pasien dengan suspek TB untuk segera di konsulkan ke
koordinator program TB agar dapat mendapatkan tindakan selanjutnya.
![]() |
| Pemeriksaan Pasien |
![]() |
| Pemeriksaan Pasien |
![]() |
| Foto bareng Kader |
Langganan:
Postingan (Atom)































