Jumat, 23 September 2016

Pertemuan Pengolahan Data Spatial (GIZ)


Banyuwangi, 23 September 2016

        Hari Jum'at? Cuzz ke Aula P2KP untuk Rapat.. Apalagi ni? What is the GIZ? katanya si wiki "Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini."
         Wadow.. apalagi itu? yup ini berguna untuk menglah data Mapping di Puskesmas. jadi bisa digunakan untuk pemetaan geografi wilayah. Jadi? Siap-siap untuk mencatat koordinat, gunanya? buanyak sekali : bisa untuk pemetaan bumil yang resti, gibur, balita hibur, posyandu, pustu, dll.
           OK? sedikit paham. Alhamdulillah. Yuk kembali ke Rapatnya..
        
        Acaranya dimulai dengan peng-copy-an Aplikasi dan Peta per Puskesmas.. setelah itu ada penjelasan sedikit dan dihimbau untuk segera meng-install. bla bla bla... Instalasi selesai..!! Hore.
          Penjelasan sedikit Aplikasi yang akan dikerjakan, dimulai dengan Penjelasan Longitude dan Altitude dan cara Penangkapan dari HP Android (cth : GPS Test).

Penjelasan Narasumber

         Tambahan acara yaitu penjelasan untuk hasil musrenbang untuk realisasi tahun 2017, dan tugasnya adalah :
  1. Foto tampak dari depan, samping, belakang
  2. Koordinat (pakai HP android)
 
Tambahan Musrenbang

          Untuk fotonya di arahkan ke bagian yang akan dilakukan perbaikan/rehab.
Peserta Sama-sama Bingung.. :)


Konsentrasi apa Diskusi?
Hasil 1 : Sebelum di beri data via excel

Hasil 2 : Setelah diberi data

Kamis, 22 September 2016

Sosialisasi Pemenuhan Alat Kesehatan di Puskesmas Sesuai dengan Permenkes 75 Th. 2014

Banyuwangi, 22 September 2016

       Sosialisasi Pemenuhan Alat Kesehatan di Puskesmas sesuai dengan Permenkes 75 Th. 2014, acara ini berimbas ketika banyak sekali droping barang Alat Kesehatan dari Dinas Kesehatan sub. Yankes ke Puskesmas, sehingga menimbulkan kebingungan Petugas maupun pengguna layanan. Sosialisasi ini diperlukan guna untuk pemberian penjelasan dan pengusulan selanjutnya, untuk dibebankan ke Dinas Kesehatan.
        Sebelum acara di mulai, ada pemberitahuan khusus perkara SIMBADA yang ributnya.. dan banyak sekali errornya, sehingga muncul banyak sekali pertanyaan dan keluhan, dikarenakan SIMBADA masih ada BUG.
Acara Penjelasan Tanya Jawab
          Selanjutnya, penjelasan dari farmasi, bahwa dikarenakan barang tersebut langsung sampai ke puskesmas, tapi juga di cek (uji fungsi) dan jikalau di temukan maka, segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Apabila sudah OK semua, maka Puskesmas Wajib mengirimkan "Berita Acara" per Penyedia barang.
Peserta Mendengarkan Penjelasan Bendahara Dinas Kesehatan

Nampang dulu :D

Rabu, 21 September 2016

PPGD Jambore Kader Taman Posyandu

21 september 2016


      Pukul 12.00 wib puskesmas kabat mendapatkan kesempatan bertugas di Pendopo sabha swagatha blambangan dalam rangka piket PPGD Jambore Kader taman posyandu tahun 2016 se Kabupaten Banyuwangi 


        Saat tim PPGD datang acara masih ishoma setelah itu berlanjut beberapa lomba & unjuk kebolehan
Disela sela acra lomba,Tim PPGD Pkm Kabat yang di komandani Driver Bpk Sarkowi dengan anggta Ns Novie widiatmoko & Erica Darismaya Agustina,Amd.Keb. diserbu oleh ibu ibu peserta jambore untuk minta Check Tekanan darah dan konsultasi kesehatan
     
       Dengan wajah sumringah, tim PPGD Puskesmas Kabat memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan dan kepuasan pelanggan, Hal ini sefaham dengan misi puskesmas Kabat
Alhasil, hampir 50 peserta dan Panitia Jambore yang mendapatkan pelayanan. Sementara itu, peserta yang lain melanjutlan kegiatan dengan semangat dan ceria hingga acara usai, dan tidak ada yang mengalamai gangguan kesehatan maupun cidera yang serius.(kowi,novie,maya)
Register Kunj. PPGD Jambore
Pelayanan KesDas on the PPGD

Pelayanan KesDas on the PPGD


SKREENING KESEHATAN DI MTs. & MA DARUL LATIF DESA KEDAYUNAN

Kabat, 21 September 2016

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  di sekolah dilaksanakan melalui tiga program pokok yang biasa dikenal sebagai trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Pelayanan kesehatan yang dimaksud meliputi Screening Kesehatan Anak Sekolah atau dikenal sebagai penjaringan kesehatan, pemantauan kesehatan serta penyuluhan kesehatan.
Penjaringan dilakukan setahun sekali pada awal tahun pelajaran terhadap murid kelas satu di SD/RA, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA  negeri dan swasta yang dilakukan oleh suatu Tim Penjaringan Kesehatan dibawah koordinasi Puskesmas. Penjaringan kesehatan merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pengisian kuesioner oleh peserta didik, pemeriksaan fisik dan penunjang oleh tenaga kesehatan bersama sama kader kesehatan remaja dan guru sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan bidang kesehatan dan program UKS.

Berkaitan dengan program UKS, Tim penjaringan Puskesmas Kabat melakukan Skreening Di MTs. & MA Darul Latif Kedayunan dengan Jumlah murid MTs. 14 Murid dan MA. 26 Murid. Kegiatan yang dilakukan TIM penjaringan diantaranya Pemeriksaan tinggi badan, Berat badan, Tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan, gigi & Mata serta kesehatan umum lainnya. Selain itu tim penjaringan Puskesmas Kabat memberikan pembinaan tentang cara mengukur Tinggi Badan dan Berat Badan.
Pengukuran Berat Badan

Pengukuran Tinggi Badan

Pemeriksaan Fisik Kesehatan oleh dr. Nur Anis Agustina

Pemeriksaan Gigi oleh drg. Ai Nurul Hidayah

PERTEMUAN REFRESHING KADER TENTANG KESEHATAN KELUARGA

Kabat, 20 September 2016
Keberhasilan pembangunan bisa diukur dari derajat kesehatan masyarakat. Dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Kesehatan masyarakat akan terwujud bila direncanakan dengan baik. KB sebagai program Keluarga Berencana sebagai tolok ukur keluarga yang sejahtera dengan membatasi jumlah anak, mengatur jarak kehamilan dan merencanakan jumlah anak sehingga akan terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Masyarakat melalui kader kesehatan bisa memberikan info tentang alat kontrasepsi serta efek sampingnya sehingga calon akseptor bisa memilih dan berkonsultasi yang cocok untuk dirinya.
Kehamilan baik normal atau beresiko perlu mendapatkan perhatian dari berbagai  pihak. Pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader adalah upaya penting, sehingga ibu bisa terpantau kesehatannya dengan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan pendampingan. Harapannya setiap ibu hamil beresiko tinggi dapat melahirkan dengan selamat serta mendapatkan bayi sehat. Pendampingan bisa dilakukan selama kurang lebih 10 bulan dimulai dari awal kehamilan sampai 42 hari setelah melahirkan.
Tidak kalah pentingnya juga pengenalan IMD dan ASI Eksklusif pada kader agar bisa mendampingi ibu nifas dan ibu menyusuiagar lebih menyadari akan pentingnya ASI serta mengetahui manfaat ASI bagi bayinya. Teknik menyusui yang benar, asupan gizi ibu yang cukup akan mendukung keberhasilan ASI Eksklusif baik ibu bekerja ataupun tidak bekerja.

Pertemua Refreshing Kader Posyandu
Peserta Refreshing

Mendengarkan Paparan

Mendengarkan Sambutan

Mendengarkan Paparan Program

Pemberian Materi

Pemberian Materi

Senin, 19 September 2016

Bulan Imuniasai Anak Sekolah (BIAS) go to Ds. Pakistaji



Imunisasi merupakan program jangka panjang (mencapai kurang lebih 20 tahun), untuk rancangan imunisasi itu telah dirancang lama termasuk pembuatan vaksin. Hal ini dilakukan berdasarkan Landasan Hukum UUD 1945 Pasal 28 B Ayat 2 “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan diskriminasi”. Pasal 28 H Ayat 1 “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau disingkat BIAS adalah bentuk kegiatan operasional dari imunisasi lanjutan pada anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan tertentu setiap tahunnya dengan sasaran seluruh anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) atau sederajat (MI/SDLB) kelas 1, 2, dan 3 di seluruh Indonesia. Imunisasi yang diberikan adalah vaksin Campak dan vaksin DT (kelas I) dan vaksin Td (kelas II dan III).
Program ini dianggap penting karena imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi terhadap penyakit PD3I ( Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ) sampai usia anak sekolah. Hal ini disebabkan karena sejak anak mulai memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia sekolah dasar atau sederajat (MI/SDLB) yang pelaksanaannya serentak di Indonesia dengan nama Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 
Wilayah kerja Puskesmas Kabat salah satunya desa Pakistaji telah melaksanakan Imunisasi BIAS Campak di SDN 1 Pakistaji, SDN 2 Pakistaji, SDN 3 Pakistaji dan MI-Annajahiyah Pakistaji. Dengan jumlah sasaran 77 siswa  dan capaiannya 77 siswa.
Jangan Takut di Suntik

Pemberian Vaksin

Biar Tubuh Sehat, Yuk Segera Vaksinasi

Semangat Bertanya Penerus Bangsa Selanjutnya

Sabtu, 17 September 2016

Pertemuan Kader Kesehatan P2P 17 September 2016



        Program pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) adalah program pelayanan kesehatan Puskesmas untuk mencegah dan mengendalikan penular penyakit menular/infeksi (misalnya TB, DBD, Kusta dll). 
       Program pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) merupakan  unsur pelaksana kesehatan yang dipimpin oleh Koordinator P2P yang mempunyai tugas menyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan P2P, mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unitnya, dan ikut serta aktif mencegah dan mengawasi terjadinya peningkatan kasus penyakit menular serta menindaklanjuti terjadinya KLB. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah demam berdarah dengue, diare, polio, kusta, tuberkulosis paru, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I ). 
     Untuk melaksanakan kegiatan tersebut Puskesmas Kabat Melaksanakan kegiatan pertemuan Lintas sektor ( Refreshing Kader ) yang dihadiri oleh semua kader di wilayah kerja Puskesmas Kabat dengan tema Pengendalian Pemberantasn Penyakit Menular Diantaranya Penyakit TB, Penyakit Kusta, Penyakit PMS( HIV & AIDS, Sifilis ), DBD, Diare & ISPA.
     Hasil dari pertemuan Linsek tersebut, Puskesmas Kabat membuat Kader P2P dengan ditandai Tanda Tangan  Komitmen untuk selalu mendukung Program Puskesmas Kabat. Yang bertujuan untuk membantu memberikan Informasi kepada petugas P2P Puskesmas kabat apabila ada seseorang yang sakit dengan gejala-gejala yang mengarah ke salah satu penyakit menular tersebut.

Pengarahan dari Ka. Puskesmas Kabat
Penyuluhan Program HIV-AIDS
Penyuluhan Program Puskesmas
Pengisian Pre-Test Program Puskesmas